akarta - Para penikmat benda langit tengah mempersiapkan diri untuk menyaksikan fenomena terbaru supermoon, yang berada dengan jarak paling dekat dengan satelit bumi sejak 1948.
Kesempatan terbaik untuk menyaksikannya di Inggris akan terjadi pada Senin 14 November malam, meski Bulan mencapai pendekatan terdekat pukul 11.21 GMT pada jarak 356.509 km.
Bagi para pengamat, Bulan akan terlihat sekitar 7% lebih
besar dari ukuran normal dan sekitar 15% lebih cerah. Namun kondisi itu hampir
tidak bisa dilihat perbedaannya dengan mata 'telanjang' manusia.
Bulan tidak akan berada sedekat ini lagi dengan Bumi sampai
25 November 2034.
Menurut perkiraan UK Met Office, cuaca akan berawan saat
supermoon yang paling dekat dengan Bumi terjadi. Tapi organisasi tersebut tetap
menyarankan agar masyarakat mengecek ramalan cuaca lokal saat fenomena itu
terjadi.
Ketika Bulan mengorbit mengitari Bumi, kita melihat proporsi
berbeda iluminasi Matahari. Satu masa tiap mengorbit, satelit benar-benar
diterangi -- full moon atau bulan purnama.
Ketika Bulan mengorbit Bumi setiap 27 hari atau lebih, ia
bergerak dalam bentuk elips atau oval. Ini berarti jarak dari planet kita tidak
konstan tetapi bervariasi di orbit.
Tapi dalam orbit yang tidak rata ini ada variasi yang lebih
disebabkan oleh gerakan Bumi mengelilingi Matahari. Ini berarti bahwa perigee
-- pendekatan terdekat -- dan Bulan Purnama tidak selalu sinkron.
Ketika perigee bertepatan dengan bulan purnama, kondisi itu
dalam bahasa populer dikenal sebagai supermoon.
Bagi para pengamat, perbedaan antara supermoon dan full moon
atau bulan purnama beda tipis. Umumnya, supermoon bisa terlihat lebih besar
sampai 14% dan 30% lebih terang, tetapi hanya jika dibandingkan dengan titik
terjauh Bulan sampai ke dalam orbitnya.
"Perbedaan-perbedaan ini cukup kecil. Bulan naik begitu
tinggi di langit, seperti halnya di musim dingin. Sangat sulit melihat
perbedaan tanpa membandingkannya dalam foto-foto," kata Dr Chris North
kepada website The Conversation.
"Tapi terlepas dari seberapa besar dan terangnya si
supermoon, Bulan benar-benar obyek yang indah untuk dilihat," imbuh Dr
Chris.
Neil deGrasse Tyson selaku Direktur Hayden Planetarium di
New York sebelumnya memperkirakan peristiwa itu hanya akan sedikit membuat
heboh.
"Saya tidak tahu siapa yang pertama kali menyebutnya
supermoon," kata Tyson kepada radio StarTalk.
"Saya tidak tahu, tetapi jika Anda memiliki pizza 16
inci sekitar 40cm, apakah Anda menyebutnya pizza super jika dibandingkan dengan
pizza 15 inci sekitar 38 cm?" ungkap Tyson.
Supermoon Fenomena Langka?
Seperti dilansir dari Space.com, astronom di Slooh Community
Observatory, Bob Breman, mengatakan bahwa bulan purnama itu tak hanya menjadi
supermoon yang terdekat dan tercerah selama 2016, tapi juga terbesar sejak
1948.
Untuk menyaksikan fenomena itu, Anda tak perlu menggunakan
teleskop karena supermoon bisa disaksikan dengan mata telanjang. Dikutip dari
Conde Nast Traveler, edisi 1 November 2016.
Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, coba hindari polusi
cahaya karena kecerahan Bulan dapat terhalang oleh lampu kota atau awan.
Bulan purnama terjadi setiap bulan ketika matahari, bumi,
dan bulan berada dalam garis sejajar. Supermoon sendiri terjadi ketika bulan
berada di titik perigee atau titik terdekat dengan bumi.
Pejabat NASA dalam sebuah pernyataan mengatakan, dengan
dekatnya jarak tersebut bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen
lebih cerah di langit.
Supermoon bukan merupakan peristiwa yang langka karena
terjadi satu kali setiap 13 bulan, meskipun kita dapat melihat fenomena itu
tiga kali berturut-turut pada akhir 2016.
Pada 13 Desember mendatang, supermoon terakhir akan menutup
tahun 2016 meskipun tak sebesar dan seterang supermoon pada November.

0 Response to "Bersiap Saksikan Supermoon Terbesar 14 November"
Post a Comment